Dokumen foto/khusus
Jakarta, Indonesiaterang.net – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Aliansi Rakyat Indonesia Emas, Fahri Lubis, sebagainana disampaikan kepada awak media, Jum’at (1/8/2025) memberikan apresiasi atas kebijakan Presiden dalam memberikan abolisi kepada mantan Menteri Tom Lembong dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Fahri menilai langkah tersebut sebagai tindakan bijak seorang negarawan yang merangkul, bukan memukul, demi mewujudkan Indonesia Emas.
Menurut Fahri, persatuan dan kebersamaan seluruh komponen bangsa sangat krusial untuk memperbaiki kondisi rakyat Indonesia yang mengalami kehancuran di berbagai bidang pasca reformasi 1998. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk mengatasi warisan buruk rezim-rezim sebelumnya.
Lebih lanjut, Fahri Lubis mengingatkan bahwa kebijakan abolisi ini juga menjadi peringatan bagi para penghianat dan koruptor untuk segera menyadari kesalahannya. Ia mengacu pada Penpres No. 2 Tahun 1964 tentang Hukuman Mati bagi penghianat dan koruptor. Fahri meyakini bahwa jika Presiden berada di bawah tekanan, abolisi tersebut tidak akan diberikan.
Fahri juga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden akan mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan dan politik guna menyelamatkan bangsa dan negara dari kehancuran, jika masih ada pihak-pihak yang berupaya menciptakan kekacauan.
Ia berharap rakyat Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta bersama-sama menciptakan stabilitas keamanan dan politik untuk mendukung pemerintahan yang baik. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan dan rongrongan dari pihak asing yang tidak menginginkan Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045.
Fahri menutup pernyataan dengan harapan agar Presiden, dengan pengalamannya, mampu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh para pemimpin sebelumnya. (Jalal)

